Wednesday, April 08, 2009

B U A T B E L A I A N J I W A

I

Sebelum mentari ini pergi meninggalkan dunianya
Kembalilah pulang pada bingkai kehidupan semula.
Teriakan penjaga malam berhembus dalam keheningan-sepi
Menciptakan keheningan tempat naungan jiwa.
Jangan pernah memberi sekerat roti pada tubuh,
Karena sebentar saja ia dinikmati lalu selesai.
Tetapi berilah setetes cinta pada jiwa
Memantulkan cahaya menerangi perjalan hidup.
Berjalanlah dengan kaki-kaki jiwa sendiri.
Janganlah meminta penerang dalam kegelapan kecuali ia sendiri
menyibaknya,
Sebab dalam kegelapan akan dibisikan nilai-nilai
Makna hidup tempat tambatan hati.
Jangan pernah kau tolak pemberian orang,
Karena engkau akan menolak Sang Pemberi sendiri.
Terimalah hidup seperti yang digariskan Sang Hidup
tetapi janganlah minimalis dalam mencari arti kehidupan.
Berilah dengan hatimu, jangan dengan tubuhmu,
Karena tubuh hanya sementara saja dinikmati.
Berilah ruang kosong pada relung jiwamu,
Kenisah suci tempat menyimpan harta Abadi.
Bentengilah dirimu dengan pengetahuan suci, jangan dengan egomu,
Karena ego menghambat pencarian nilai Ilahi.
Bukalah tabir hatimu untuk mengkap rintihan jiwa-jiwa,
karena dalamnya ditemukan hidup Sang Hidup. ***

II
Pada bibirmu kau ucapkan cintamu
Lalu sebentar kau lumatkan kembali dalam murka.
Mengapa harus kau ucapkan kata I Love You
Sementara hatimu kokoh terpagar oleh ego sempitmu
Kumaafkan kau dengan hati, bukan dengan bibir,
Karena bibir hanya pandai untuk berkata-kata
Tetapi hati adalah jiwa cinta
Madu kehidupan, obat persahabatan. ***


*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Post a Comment